Mengawali Tahun 2023, PT Perikanan Indonesia Geber Ekspor 205 Ton Ikan Cakalang ke Jepang

JAKARTA—PT Perikanan Indonesia menggeber ekspor 205 ton Ikan Cakalang ke Negeri Sakura, Jepang pada awal Januari 2023. Sebanyak 8 kontainer Ikan Cakalang diberangkatkan  ke Jepang via jalur laut.

 

Ekspor ratusan ton ikan ini merupakan refleksi semangat baru dalam menggenjot kinerja positif perusahaan di tahun baru 2023. Hal ini juga merupakan transformasi perusahaan dalam menciptakan eksosistem perikanan yang berkelanjutan

 

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan ekspor Ikan Cakalang ini merupakan pembuka awal tahun yang baik untuk mengerek pendapatan. Adapun pengiriman Ikan Cakalang dilakukan dua sesi. Sesi pertama, perusahaan mengekspor sebanyak 52 ton dan sesi kedua sejumlah 153 ton.

 

“Total ada 205 ton yang kami ekspor ke Kota Hakata, Jepang pada awal bulan Januari. Dan insyaAlloh akan berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya dengan minimal 300 ton setiap bulannya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu  (4/1/2023).

 

Bahan baku Ikan cakalang ini diperoleh dari mitra nelayan PT Perikanan Indonesia yang tersebar di beberapa kantor cabang perusahaan seperti di Muara Baru Jakarta, Bacan, Ambon, dan Bitung.

 

Sigit menuturkan total valuasi ekspor Ikan Cakalang pada awal tahun 2023 ini mencapai US$330.050 atau setara dengan Rp5,1 miliar. Ke depannya, PT Perikanan Indonesia menargetkan ekspor Ikan Cakalang sebanyak 300 ton setiap bulan.

 

Pasalnya, kebutuhan ikan cakalang di Negeri Sakura sangat besar. Permintaan satu buyer di Jepang mencapai 30.000 ton Ikan Cakalang per tahun. PT Perikanan Indonesia akan mencoba menyuplai kebutuhan pasar tersebut.

 

Perusahaan dari Jepang mengimpor ikan cakalang dari Indonesia untuk diproses menjadi bahan dasar masakan Jepang, katsuobushi. Katsuobushi merupakan makanan awetan dengan bahan dasar ikan cakalang yang diserut tipis seperti serutan kayu.

 

Warga Jepang selalu memasukkan katsuobushi dalam santapan harian mereka, baik untuk penyedap rasa atau sebagai makanan pendamping nasi.

 

Dengan begitu, kebutuhan akan bahan baku ikan cakalang akan terus ada. Ikan Cakalang atau yang disebut dengan Skipjack Tuna ini adalah ikan pelagis yang hidup di permukaan air laut. Ikan Cakalang beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi.

 

Pada tahun 2023, PT Perikanan Indonesia akan gencar melakukan ekspor. PT Perikanan Indonesia sudah mengantongi permintaan ekspor setiap bulan untuk komoditas ikan tuna loin, cakalang, gurita dan ikan layang.

Perluas Pangsa Pasar, PT Perikanan Indonesia Luncurkan 3 Segmentasi Produk Ritel Seafood

JAKARTA—PT Perikanan Indonesia meluncurkan tiga segmentasi produk perikanan ritel Tukato Seafood dengan nama Tukato Bay, Tukato Sea dan Tukato Ocean.

 

Ketiga segmentasi Tukato Seafood tersebut menyasar pangsa pasar yang berbeda sesuai dengan diversifikasi produknya. Hal ini bertujuan agar produk perikanan dari BUMN Perikanan ini dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Direktur Operasional PT Perikanan Indonesia Fajar Widisasono mengatakan selama ini PT Perikanan Indonesia fokus pada produk raw material atau bahan baku utuh untuk dijual di pasar domestik maupun internasional. Namun dengan berjalannya waktu, perusahaan mengolah raw material ikan menjadi produk yang bernilai lebih atau added value seperti ikan potong, ikan fillet dan olahan lainnya yang menjadi andalan Tukato Seafood.

 

“Kita akan kejar pendapatan dari produk hilirasi Tukato Seafood yang kami bagi menjadi 3 segmentasi sesuai target pasar,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (29/12/2022).

 

Tukato Bay adalah produk ikan yang ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Diversifikasi produk yang masuk dalam Tukato Bay antara lain ikan layang, ikan tongkol (deho) dan ikan kembung gepeng. Jenis ikan ini bernilai gizi tinggi dan diharapkan mampu mengurangi angka stunting di Indonesia.

 

Distribusi produk Tukato Bay melalui warung-warung UKM dan program-program pemerintah seperti bantuan sosial (bansos) dan Kartu Jakarta Pintar.

 

Dengan program bantuan melalui Tukato Bay, PT Perikanan Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam mengurangi angka stunting anak Indonesia yang tembus 24,4%. Artinya, 3 dari 10 anak Indonesia mengalami kondisi gagal tumbuh alias stunting. Target pemerintah pada 2024 yaitu akan mengurangi presentasi stunting menjadi 14%.

 

“Kami mendorong agar bansos dan penanganan bencana dapat memanfaatkan produk ini [Tukato Bay] agar tidak melulu makanan cepat saji yang didistribusikan,” tambah Fajar.

 

Segmentasi kedua adalah Tukato Sea. Diversifikasi produk ini dipasarkan secara ritel di pasar modern seperti Lotte Mart, Ranch Market, Alfamart hingga online store dan menyasar segmen pekerja. Jenis produk dalam Tukato Ocean antata lain kemasan fillet ikan dori, udang banana, cumi tube, bandeng tanpa duri, tengiri steak, udang kupas, gurita steam, filet kakap merah dengan harga beragam mulai dari Rp35.000 hingga Rp150.000.

 

Segmentasi ketiga yaitu Tukato Ocean yang dipasarkan melalui website dengan program berlangganan. Tukato Ocean merupakan produk premium yang menyasar kalangan menengah ke atas yang tidak memiliki waktu untuk berbelanja di pasar modern. Dengan begitu, PT Perikanan Indonesia akan memasok pelanggan dengan produk ikan eksklusif seperti Salmon fillet, lobster, kepiting dan lain sebagainya, dan diantar langsung ke rumah penerima.

PT PERIKANAN INDONESIA: Jelang Nataru, Stok Ikan Aman

JAKARTA—PT Perikanan Indonesia, member of ID FOOD memastikan ketersediaan produk perikanan dinilai cukup, dalam memenuhi kebutuhan permintaaan konsumen menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023.

 

Pasalnya, stok ikan PT Perikanan Indonesia yang tersimpan dalam cold storage yang tersebar di seluruh Indonesia dijamin aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang akhir tahun.

 

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan perusahaan menjamin dapat memenuhi kebutuhan konsumen domestik maupun internasional saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

 

Data stok produk perikanan di seluruh cold storage PT Perikanan Indonesia tercatat 673 ton. Adapun komoditas unggulan yang tersimpan antara lain Ikan Cakalang, Ikan Deho, Tuna Loin, Gurita, Ikan Layang, Ikan Kembung, Sotong, Baby Tuna dan Udang.

 

Stok ikan tersebut tersimpan di cold storage di beberapa lokasi kantor cabang: Jakarta, Sorong, Ambon, Bitung, Bacan, Belawan, Brondong, Pemangkat, Makassar, Benoa, dan Pekalongan.

 

“Sesuai arahan Menteri BUMN, kami siap membantu ketersediaan bahan pangan saat menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru 2023 sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya, Kamis (22/12/2022).

 

Menteri BUMN Erick Thohir telah menginstruksikan perusahaan pangan yang tergabung dalam Holding BUMN ID FOOD untuk memonitor perkembangan ketersediaan bahan pokok jelang Nataru.

 

Pasalnya, tren kebutuhan bahan pangan saat akhir tahun akan mengalami peningkatan. Dan BUMN harus hadir dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Sigit tidak menampik ada peningkatan harga komoditas ikan tetapi tidak terlalu signifikan. Harga ikan diperkirakan naik 10% pada H-2 sebelum Natal hingga H-1 sebelum Tahun Baru karena meningkatnya permintaan.

 

Direktur Logistik Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Berny A. Subki membenarkan adanya kenaikan harga ikan sebelum Natal. Kendati demikian, harga akan kembali normal saat Tahun Baru.

 

“Untuk menjaga pasokan dan harga komoditas ikan penting di masyarakat, khususnya H-2 sebelum natal dan H-1 sebelum Tahun Baru, maka pasokan ikan akan disuplai dari stok yang ada di cold storage dan produksi perikanan budidaya,” ungkapnya dalam FGD Pemantauan Ketersediaan, Kebutuhan dan Harga Ikan pada Hari Besar Keagamaan dan Nasional, Senin (19/12/2022).

 

Berny melanjutkan prognosa ketersediaan ikan selama Natal dan Tahun Baru di Indonesia sebesar 2,86 juta ton. Jumlah ini didasarkan pada estimasi produksi tangkap dan budidaya dengan memperhatikan pola musim penangkapan dan pola produksi budidaya.

 

Sementara itu, perkiraan kebutuhan ikan selama Natal dan Tahun Baru sebesar 2,31 juta ton dengan komoditas perikanan yang paling diminati antara lain: Ikan Kuwe, Baronang, Gurame, Bawal Laut, Ikan Ayam-ayam dan Udang.

 

Dengan demikian, prognosa pasokan ikan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Natal dan Tahun Baru.

 

Satu Tahun Merger BUMN Perikanan, PT Perikanan Indonesia Lakukan Sederet Transformasi

Satu Tahun Merger BUMN Perikanan, PT Perikanan Indonesia Lakukan Sederet Transformasi
 
JAKARTA—PT Perikanan Indonesia telah melakukan berbagai transformasi usai satu tahun merger dengan PT Perikanan Nusantara. PT Perikanan Indonesia kini menjadi satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada sektor perikanan di Indonesia.
 
PT Perikanan Indonesia dengan PT Perikanan Nusantara resmi bergabung dengan ditandatanganinya akta penggabungan pada 2 Desember 2021. Prosesi penandatanganan akta penggabungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas terbitnya PP Nomor 99 Tahun 2021 tentang Penggabungan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Nusantara kedalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Indonesia yang terbit pada 15 September 2021.
 
Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan penggabungan BUMN Perikanan satu tahun yang lalu ini harus memberikan nilai positif baik bagi pemegang saham, manajemen, karyawan hingga masyarakat dan industri perikanan.
 
Selama satu tahun, PT Perikanan Indonesia terus berbenah dan bertrasformasi menjadi perusahaan yang mampu menciptakan ekosistem perikanan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
 
“Kami sudah bertransformasi dalam satu tahun ini. Dan kami berkomitmen terus bertransformasi di tahun-tahun berikutnya untuk menjadi perusahaan perikanan terbesar pada tahun 2026 sesuai visi perusahaan,” katanya dalam acara Refleksi Satu Tahun Merger PT Perikanan Indonesia dengan tema Bersama Meraih Cita, Bersatu Kita Mampu, Jumat (2/12/2022).
 
Dalam perjalanan bisnis pasca merger, PT Perikanan Indonesia mampu melakukan transformasi kinerja keuangan dengan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) dari semula negatif menjadi positif.
 
Selama 1 tahun ini, PT Perikanan Indonesia juga menorehkan hasil ekspor yang gemilang ke beberapa negara tujuan. Pertama, ekspor gurita dari Unit Simeulue ke Jepang yang rutin dilakukan setiap bulannya dengan volume 15 ton setiap ekspor.
 
Kedua ekspor gurita dari Cabang Makassar ke Amerika Serikat sebanyak 17,9 ton. Berikutnya, ekspor Tuna loin natural beku dari Cabang Ambon ke Jepang sebanyak 10,8 ton, dan ekspor ikan Tuna dari Cabang Bitung ke Singapura,
 
Selain itu, PT Perikanan Indonesia juga menyuplai ikan tuna yang sudah diproses menjadi tuna saku, tuna steak dan tuna center cut dari Cabang Benoa ke Amerika Serikat.
 
Dalam minggu ini, PT Perindo juga mengekspor Ikan Cakalang sebanyak 51 Ton dari Jakarta ke Jepang.
 
“Melalui ekspor ini, kami menjalankan amanah pemerintah sesuai dengan tujuan penggabungan BUMN Perikanan di mana salah satunya harus meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar internasional serta meningkatkan pendapatan pajak dan dividen bagi negara,” ujar Sigit.
 
Proses ekspor tentu melibatkan nelayan lokal dalam melakukan penangkapan ikan. Dengan begitu, PT Perikanan Indonesia selalu meningkatkan inklusivitas nelayan dengan menyerap hasil tangkapan nelayan (off take), meningkatkan nilai tukar nelayan serta memberikan kemudahan nelayan dalam berproduksi.
 
Dalam memperingati satu tahun pasca merger, PT Perikanan Indonesia juga berperan aktif  memangkas angka stunting di Indonesia melalui ajakan mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein terbaik. Hal ini dilakukan dengan bagi-bagi ikan kepada masyarakat di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta.
 
“Tujuan dari aksi berbagi ikan ini yakni untuk mencegah terjadinya stunting atau gagal tumbuh di kalangan masyarakat perikanan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan [TJSL],” sebutnya.
 
Sigit menambahkan penerima bantuan merupakan warga di kawasan Pelabuhan, petugas kebersihan pelabuhan dan keluarga nelayan. Program ini merupakan tindak lanjut dari bagi-bagi ikan memperingati Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) pada 21 November lalu yang sukses diselenggarakan di kawasanThamrin, Jakarta Pusat.
 
Transformasi lainnya, PT Perikanan Indonesia merambah bidang retail dalam rangka meningkatkan kualitas mutu produk perikanan . Hal ini dilakukan dengan meluncurkan tiga segmentasi produk ritel Tukato Seafood. Segmentasi dibagi menjadi tiga berdasarkan pangsa pasar yaituTukato Bay, Tukato Sea dan Tukato Ocean.
 
Tak hanya sampai di sini, PT Perikanan Indonesia telah merumuskan transformasi di tahun 2023. Di antaranya, revitalisasi pengelolaan pelabuhan perikanan yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia. Hal ini mampu mengerek pendapatan perusahaan dari bisnis kepelabuhanan, seperti penyediaan perbekalan kapal, BBM, air bersih dan digitalisasi tambat labuh bekerjasama dengan KKP dan yang lainnya.
 
Kemudian untuk meningkatkan peran BUMN dalam ketersediaan ikan sebagai salah satu item Cadangan Pangan Pemerintah, PT Perikanan Indonesia akan bertransformasi dengan mengikuti program Penangkapan IkanTerukur (PIT) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan begitu, PT Perindo sekaligus ikut mengimplementasikan Ekonomi Biru. melalui program pemerintah ini.
 
“Dengan bertransformasi dalam pengelolaan pelabuhan dan penangkapan ikan terukur, kami optimis akan mewujudkan visi menjadi perusahan perikanan terbesar di tahun 2026 secara bertahap,”pungkasnya.
 

ID FOOD Komitmen Jaga Pasokan Pangan, Antisipasi Krisis Pangan

Jakarta - BUMN Pangan ID FOOD berkomitmen untuk memasok pangan memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk pemenuhan produk di beberapa titik wilayah Indonesia yang defisit ID FOOD tetap konsisten mendistribusikan pangan.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan meskipun adanya kenaikan harga BBM, tidak berdampak pada sejumlah operasional pasokan beberapa komoditas pangan. “Supply beberapa komoditas pangan terus berjalan memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun ada kenaikan BBM,”terang Frans.

Seperti pada komoditas minyak goreng, Frans mengatakan ID FOOD terus lakukan pemenuhan minyak goreng melalui mitra pedagang lokal untuk didistribusikan kepada masyarakat lokal di Timika, Merauke dan sekitarnya.

“744 Ribu liter minyak goreng rakyat yang terkirim melalui melalui tol laut, September ini telah didistribusikan ke pedagang - pedagang pasar untuk memenuhi masyarakat lokal di Indonesia Timur,”Jelas Frans.

Frans melanjutkan berdasarkan data Dashboard Pangan Nasional (Donal) secara digital yang dikembangkan Holding Pangan ID FOOD, stok dihimpun sinergi BUMN Pangan ID FOOD dan Bulog yang diharapkan dapat membantu Pemerintah dalam mengantisipasi krisis dan kelangkaan pangan.

"Dari data berdasarkan aplikasi Donal per 12 September 2022 ini ketersediaan stok pangn gabungan BUMN tercatat stok beras sekitar 895.145,07 Ton, Daging Sapi sebanyak 857,34 Ton, Gula Pasir sebanyak 153.280,86 Ton, Minyak Goreng sebanyak 18.411,09 Ton," jelas Frans.

Menurutnya hal ini pun menjadi kontribusi BUMN untuk Indonesia dalam berkomitmen menjaga ketersediaan pangan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, lanjut Frans, Anggota Holding sektor Perikanan yang dikelola PT Perikanan Indonesia tetap menyerap hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia. Tangkapan ikan nelayan yang diserap sebanyak 5.570 ton pada semester I/2022.

Bahkan, terdapat kegiatan ekspor ke Jepang berupa 1 kontainer gurita berkapasitas 15 ton yang berlangsung pada 13 September 2022.

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono menambahkan meskipun ada kenaikan BBM, PT Perindo berkomitmen dalam menjaga pasokan pangan domestik hingga ekspor berupa Gurita berjenis octopus cynea grey yang menjadi favorit di tahun 2022 ini dengan telah dikirim sebanyak 8 kali sejak Januari 2022 hingga September 2022 dari Unit Simeulue, Aceh ke Jepang via Tol Laut.

“Dalam waktu dekat, gurita tangkapan nelayan ini juga akan diekspor ke Amerika Serikat,” terang Sigit.

Sementara itu, komoditas daging yang dikelola Anggota Holding PT Berdikari memastikan pasokan daging memenuhi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui pemanfaatan tol laut untuk mobilisasi sapi lokal sehat, pasokan daging juga terealisasi melalui penugasan khusus dari Pemerintah untuk mendatangkan daging sapi beku tanpa tulang dari negara Brasil. Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara menyebutkan saat ini Berdikari telah selesai merealisasikan sebanyak 15.177 MT, dan akan datang lagi 4.823 MT pada bulan Oktober sebagai realisasi dari penugasan Pemerintah sebanyak 20.000 MT pada tahun 2022.

"Untuk jangka panjangnya, PT Berdikari mendukung inisiatif Pemerintah dalam rencana ekosistem dengan menambah populasi sapi melalui breeding dan menyiapkan bakalan serta memperluas kemitraan dengan peternak rakyat sehingga dapat tercapainya ekosistem pangan yang memberi hasil berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat," Pungkas Harry.

Di hilir pangan khususnya sektor Perdagangan, melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) memastikan mitra - mitra Warung Pangan tetap beroperasional. Warung Pangan sendiri terus mengembangkan jaringannya dengan banyaknya tawaran kerja sama dari berbagai organisasi mulai dari koperasi hingga UMKM.

Upaya-upaya untuk menjaga ketahanan pangan terus PPI lakukan, salah satunya lewat UMKM yang menjadi mitra Warung Pangan, mendapatkan layanan dengan menjadi saluran distribusi pangan bagi produk BUMN Holding Pangan di bawah ID FOOD kepada masyarakat dan menciptakan ekosistem pangan yang terdigitalisasi dari hulu hingga hilir.

Jakarta, 19 September 2022 PT Perikanan Indonesia

Nelayan Sulit Melaut Imbas BBM Naik, Ini Upaya PT Perikanan Indonesia Jaga Pasokan Ikan

JAKARTA--PT Perikanan Indonesia mengupayakan tetap menjaga pasokan ikan aman di pasaran meski ada kendala yang dihadapi oleh para nelayan yang memasok kebutuhan bahan baku ikan. Hal ini merupakan imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional kapal nelayan.

Dalam situasi seperti ini, PT Perikanan Indonesia tetap merangkul dan tetap menjaga inkklusivitas nelayan dengan menjadi off taker atau standing buyer hasil tangkapan nelayan.

Direktur Utama Perikanan Indonesia Sigit Muhartono menyampaikan, banyak nelayan yang mengalami kesulitan memperoleh BBM. Padahal, BBM menjadi salah salah satu komponen utama dalam biaya operasional para nelayan, di samping biaya gaji Anak Buah Kapal (ABK).

Dengan kondisi seperti itu, para nelayan menjadi kesulitan melaut sementara biaya operasional kapal tetap harus ditanggung oleh mereka.

Hal itu menyebabkan berkurangnya produksi Perindo seiring kombinasi antara bahan baku produksi yang mahal dan pasokan ikan dari nelayan yang berkurang. Alhasil para nelayan menaikkan harga jual ikannya ke PT Perindo selaku standing buyer unyuk mengantisipasi kerugian nelayan.

“Kami membantu nelayan agar tetap bisa melaut dan pasokan ikan tetap terjaga untuk pasar domestik maupun internasional,” ungkap Sigit,

Untuk mengatasi kendala yang dialami nelayan terkait naiknya BBM, PT Perikanan Indonesia berusaha memastikan bahwa area penangkapan ikan yang dituju oleh kapal memang terdapat banyak ikan, sehingga pemakaian BBM dapat lebih terukur dan efisien.

Selain itu, PT Perikanan Indonesia berkomitmen melakukan pengolahan ikan dengan membuat produk tersebut memiliki nilai tambah melalui hilirisasi yang bernilai jual lebih tinggi, sehingga dapat menghasilkan margin keuntungan yang lebih besar.

Hal ini berlaku untuk produk olahan ikan yang bahan bakunya berasal dari hasil tangkapan kapal sendiri, nelayan, maupun mitra pemilik kapal.

Tak ketinggalan, PT Perindo juga memberikan bantuan berupa pasokan es kepada nelayan ketika mereka hendak berlayar menangkap ikan tanpa harus membayar di muka.

“Hasil tangkapan ikan nelayan tersebut dibeli oleh PT Perindo, dan pasokan es tersebut diperhitungkan sebagai pengurang harga jual dari nelayan,” tambah Sigit.

Seperti diketahui, PT Perikanan Indonesia memperoleh pasokan bahan baku dari 3 sumber. Pertama, hasil tangkapan dari nelayan, di mana PT Perindo bertindak sebagai offtaker atau penyerap ikan tangkapan.

Kedua, PT Perindo juga mendapat bahan baku dari hasil tangkapan dengan kapal milik perusahaan sendiri serta hasil tangkapan dari mitra pemilik kapal.

Sejauh ini, bahan baku ikan diperoleh Perindo dari wilayah kerja perusahaan tersebut yang terdiri dari 12 cabang dan 18 unit usaha. Adapun total mitra nelayan Perindo berada di kisaran 1.400 nelayan.

Jakarta, 7 September 2022 PT Perikanan Indonesia

logo-pt-perindo-id-food.png

Kontak Kami

  • Jl. Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara - 14440
  • Tlp: (021) 6679604
  • Fax: (021) 6690523
  • info@perikananindonesia.co.id

Media Sosial